Tak Jadi Cawapres Jokowi, Begini Pesan Mahfud MD Untuk Masyarakat Indonesia

by -172 views

Jakarta, transparansiindonesia.com – Mahfud MD mengaku baru bertemu Joko Widodo (Jokowi). Dimana pertemuan itu dilakukan, Mahfud MD tidak menyebutkannya.

“Saya sudah ketemu pak Jokowi” kata Mahfud MD saat tiba di MMD Institute Matraman, Jakarta Pusat, (Kamis, 9/8/2018).

Mahfud masih mengenakan kemeja putih berpadu dengan celana panjang warna hitam. Saat tiba di MMD Institute, Mahfud disambut Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Mereka bersalaman. Setelahnya, Mahfud menyempatkan waktu untuk diwawancarai wartawan.

“Saya maklum, seumpama saya jadi Pak Jokowi, mungkin saya akan melakukan hal yang sama karena kan situasinya ini politik, permainan politik dan di dalam permainan politik, segala sesuatu bisa terjadi,” kata Mahfud.

Mahfud mengaku tidak kecewa meski sempat kaget. Dia juga mengaku telah menyampaikan kepada Jokowi agar tidak merasa bersalah.

Berikut  pesan Mahfud MD melalui akun twitternya pagi ini yang terpantau redaksi

Baca juga:  PERNYATAAN SIKAP ALIANSI PERDAMAIAN dan KEADILAN (PEREKAD)

Sy minta maaf dan berterimakasih kpd   masyarakat yang  mengirim pesan/pertanyaan dan simpati kpd sy terkait keputusan Pak Jkw memilih KH Makroef Amin sbg cawapresnya. Ada ribuan WA, SMS, Twitter, dll. Sy minta maaf krn sy hanya bs membaca tanpa bs menjawab 1 persatu

Keputusan Pak Jkw itu adl realitas politik yg tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Sy sdh bertemu berdua dgn Pak Jkw. Sy memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan. Sy bilang, Pak Jkw tak perlu metass bersalah. Itu hak beliau utk memutuskan yg terbaik.

Baca juga:  Presiden Jokowi Angkat 137 Atlet Berprestasi Jadi PNS

Bagi kita yang terpenting NKRI ini terawat dgn baik. Keberlangsungan NKRI jauh lbh penting daripada sekedar nama Mahfud MD dan Makroef Amin. Scr agama, sy dkk sdh berusaha tapi Tuhan jua yg menentukan. Tidak ada daya atau hal yg bs diberdayakan tanpa izin Allah.

Yang sudah diputuskan oleh Pak Jkw sdh sesuai dgn hak dan mekanisme konstitusional. Kita hrs terima itu sbg kesadaran konstitusional kita. Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum! Itu yg hrs ditekankan utk merawat NKRI

Mari kita terus dgn rumah NKRI. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita bangsa Indonesia. Ikuti trs pros2 konstitusional yg berlaku.

(red/TI)*