Dihadapan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, Sri Mulyani Pamerkan Realisasi Pelaksanaan APBN

by -189 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya membeberkan data realisasi pelaksanaan APBN tahun 2018 per akhir November tahun ini.

Di hadapan Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla (JK), jajaran Menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga, dan 34 gubernur, Sri Mulyani dengan lantang memamerkan realisasi pelaksanaan APBN.

“Kita akan sebentar lagi menutup anggaran 2018, dan 2018 bukan merupakan tahun yang mudah karena ada gejolak global yang dinamis,” ungkap dia.

Dia menyebutkan, Pertumbuhan ekonomi sampai kuartal III-2018 sebesar 5,17%, inflasi terjaga di 3,2%, rata-rata nilai tukar realisasi akhir November Rp 14.260, dan harga minyak US$ 68,6 per barel pada akhir November tahun ini.

Baca juga:  Jokowi; "Saat ini dengan cara halus sedang terjadi infiltrasi ideologi yang ingin mengganti Pancasila dan memecah-belah Bangsa."

Sedangkan untuk pendapatan negara, Sri Mulyani bilang sampai akhir November 2018 tumbuh 18,2% atau lebih tinggi pertumbuhannya dibanding periode yang sama tahun 2017. Sementara penerimaan perpajakan tumbuh 15,3% dan PNBP tumbuh 22%.

Selanjutnya, untuk realisasi belanja negara sampai akhir November 2018 telah tumbuh 11% dengan K/L telah membelanjakan Rp 665,9 triliun atau tumbuh 11,9%

“Kita masih memiliki satu bulan terakhir di mana kami melihat akselerasi seluruh k/l dan Pemda dalam melaksanakan belanja tahun ini,” ujar dia.

Sri Mulyani menegaskan, hingga akhir November 2018 APBN dalam kondisi yang sehat. Bisa dilihat dari realisasi defisit anggaran yang sebesar 1,95% dari PDB dan keseimbangan primer yang minus Rp 36 triliun.

Baca juga:  Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul, S.Sos.,M.IP Mengucapkan Selamat Dirgahayu Way Kanan Yang Ke 22 Tahun

“Ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu posisi deficit primary balance Rp 139 triliun, dalam satu tahun kita telah menurunkan defisit primary balance lebuh dari Rp 100 triliun, Posisi APBN 2018 yang baik merupakan bekal yang cukup positif bagi kita untuk memasuki APBN 2019,” ujar dia.

(red)*