Bakar Semangat Caleg Perindo, HT; “Pak Jokowi Presidenku”

by -406 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Teriakan “Pak Jokowi Presidenku” menggema pada pembekalan calon anggota legislatif (caleg) Partai Perindo di Kota Madiun, Jawa Timur. Saat teriakan “Pak Jokowi” berkumandang, langsung dibalas dengan “Presidenku” oleh ribuan kader Perindo. Seluruh kader kompak dalam yel-yel tersebut.

Suasana itu berlangsung saat Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mendeklarasikan pemenangan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Partai Perindo mendeklarasikan pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Dapil Jatim VIII Kota/Kabupaten Madiun, Jombang, Kota/Kabupaten Mojokerto dan Nganjuk,” kata HT di Madiun, Rabu (23/1/2019).

HT menuturkan, Partai Perindo beserta seluruh caleg bertekad memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

“Strategi yang dilakukan adalah gabungan dengan teman-teman partai lain ada 9 partai, termasuk Perindo. Bekerja sama kita menangkan paslon nomor urut satu,” kata HT yang juga Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini.

Pembekalan caleg di Madiun merupakan bagian dari roadshow HT ke seluruh dapil di Indonesia. Tujuannya, agar caleg Perindo bisa bekerja maksimal di lapangan. Selain itu, agar sinergi antara partai dengan caleg berjalan saling mengisi karena keduanya sama-sama memiliki tugas untuk bekerja.

Baca juga:  KPU Tetapkan 14 Partai Politik Sebagai Peserta Pemilu 2019, Dan Inilah Ke 14 Parpol Tersebut

Dalam pembekalan tersebut, HT juga berpesan kepada caleg untuk memperjuangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar naik kelas. Dengan naik kelas, mereka bisa menciptakan lapangan kerja baru dan menambah basis pembayar pajak baru. Dengan begitu, hal ini bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan rasio pajak (tax ratio) Indonesia.

Untuk itu, lanjut HT, UMKM harus diberikan perlakuan khusus. Misalnya, diproteksi atau tidak diadu dengan yang besar-besar termasuk dengan belanja online bermodal besar. Selain itu, mereka bisa diberikan akses dana murah dan pelatihan.

Baca juga:  Pandemi Belum Usai, FER; Mari Terus Berjuang Perangi Covid-19

“Kita harus beri kesempatan untuk usaha mereka berkembang sampai mereka siap untuk dilepas. Dengan demikian, masyarakat produktif tiap tahun meningkat,” kata HT.

Menurut HT, jumlah masyarakat produktif akan terus bertambah, tidak hanya bergantung dengan kelompok yang itu-itu saja. Hal ini penting untuk dilakukan karena Indonesia mengalami bonus demografi.

Kencangnya laju pertumbuhan penduduk, khususnya usia produktif harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja dari penyedia lapangan kerja.

 

(red)*