Sembilan Orang Meninggal, Akibat Banjir Parah di Tujuh Wilayah di Sulsel

by -274 views

Sulsel, transparansiindonesia.co.id — Selain banjir bandang di Kabupaten Gowa, enam wilayah lainnya di Sulawesi Selatan juga terdampak curah hujan tinggi. Banjir terparah terjadi di Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, dan Kota Makassar.

Data Pemerintah Provinsi Sulsel, Rabu sore, 23 Januari 2019, tercatat ada 9 orang meninggal dunia dan 7 orang dinyatakan hilang. Sedangkan korban banjir yang telah dievakuasi mencapai 3.321 jiwa, seorang di antaranya sedang sakit.

Kabag Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khadaffi, menyebut sebanyak 7 orang meninggal dunia di Kabupaten Gowa dan 2 orang di Kabupaten Jeneponto. Sedangkan sebanyak 7 orang hilang terdiri dari 3 orang di Kabupaten Gowa, 3 orang di Kabupaten Jeneponto dan 1 orang di Kabupaten Pangkep.

Selain banjir, sebanyak 5 rumah tertimbun longsor di dua lokasi di Kabupaten Gowa yakni di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya dan di Kecamatan Tinggi Moncong.

Sementara di Kota Makassar, sejumlah wilayah terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Devo menyebut ada ratusan rumah penduduk terendam banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Tamalate yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa, hingga di Kecamatan Biringkanaya yang berbatasan dengan Kabupaten Maros. Banjir terparah di Kota Makassar berada di Kelurahan Paccerakkang dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Di Kabupaten Maros, sejumlah desa dilaporkan terisolasi. Genangan air bahkan merendam Kantor Bupati Maros. Begitu pun di Kabupaten Pangkep dan Barru, sejumlah wilayah terendam banjir.

Baca juga:  Peduli Sesama, Kejari Tator Berbagi Kasih dengan Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Di Kabupaten Takalar dan Jeneponto pun mengalami hal serupa. Aliran air dari Gunung Bawakaraeng membuat genangan air semakin meluap. Sejumlah rumah di Jeneponto juga terseret akibat arus yang deras.

“Data sementara korban bencana banjir, longsor dan angin kencang yang melanda Sulsel yakni terdiri dari 9 orang meninggal, 7 orang hilang, 1 orang sakit, dan 3.321 orang pengungsi. Sebanyak 1.423 rumah warga terendam banjir, 32 rumah warga hanyut, 4 tempat ibadah terendam, 1 fasilitas pemerintah, 2 pasar, 7 jembatan rusak, 4.750 Meter jalan yang terendam banjir, 6 sekolah, 8.629 ha sawah,” tutur Devo.

Tim SAR gabungan dan BPBD kabupaten/kota serta aparat kepolisian hingga kini masih membantu evakuasi warga yang terkepung banjir.

(red)*