Prestasi Eugenia Rondonuwu, Sejarah Bagi SMA Negeri 1 Amurang

Minsel257 Dilihat

Minsel, transparansiindonesia.co.id — SMA Negeri 1 Amurang, menorehkan sejarah, dengan prestasi yang ditorehkan oleh Siswa Eugenia Agatha Rondonuwu, dengan berhasil menembus seleksi Calon Paskibraka ditingkat Provinsi Sulawesi Utara, dan menjadi utusan Sulut, ditingkat Nasional.

Prestasi dari Eugenia Rondonuwu tersebut, bukan saja sang Kepala Sekolah yang merasa bangga, tapi juga turut dirasakan oleh Guru-guru, dan bahkan siswa-siswa di sekolah tersebut.

Melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dra.Nancy E Muing, mengatakan merasa sangat bangga dengan apa yang ditorehkan oleh siswa Eugenia Rondonuwu atas keberhasilannya menjadi Calon Paskibraka tingkat Nasional yang tentunya akan membawa harum nama Sekolah dan Kabupaten Minahasa Selatan pada umumnya.

Baca juga:  Hadiri Ibadah Menyambut Natal di GMIM Imanuel Kinalawiran, Jerrie Kowaas AJAK Warga Jemaat agar Rayakan Natal dengan Kesederhanaan

“Kami sebagai guru-guru dan para siswa tentunya sangat bangga dan mengapresiasi dengan apa yang ditorehkan oleh salah satu siswa kami yakni Eugenia Agatha Rondonuwu, atas keberhasilannya lolos seleksi Calon Paskibraka ditingkat Provinsi, dan berhak mewakili Sulawesi Utara menjadi Calon Paskibraka tingkat Nasional,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dra.Nancy Muing.

Ia pun mengatakan bahwa ini tentunya menjadi satu sejarah dalam perjalanan SMA Negeri 1 Amurang, yang nantinya akan tercatat dalam buku besar sekolah, dimana ditahun 2019 ini, salah satu siswa atas nama Eugenia Agatha Rondonuwu, menjadi Calon Paskibraka tingkat Nasional, dan bertugas mengibarkan Bendera Sang Saka Merah Putih, di Istana Negara 17 Agustus 2019.

Baca juga:  Giat Pantau Pasar, Mailensun Ingatkan Disiplin Prokes dan

“Sejarah tercipta di SMA Negeri 1 Amurang, nantinya buku besar sekolah akan mencatat Eugenia Agatha Rondonuwu, siswa SMA Negeri 1 Amurang, menjadi Paskibraka tingkat Nasional, prestasi yang membanggakan, bukan saja untuk pihak sekolah, tapi juga Kabupaten Minahasa Selatan pada umumnya,” tambah Nancy Muing, mewakili rekan-rekan guru lainnya.

(Hengly)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *