Tingkatkan Pembangunan Desa, CEP-SSL Siapkan Dana Rp.200 juta Bagi Setiap Desa di Sulut

by -475 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR.Christiany Eugenia Paruntu SE dan Sehan Salim Landjar, terus menggiatkan berbagai program-program pembangunan apabila nantinya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dalam Pilkada Sulut 9 Desember 2020 nanti.

Salah satu program prioritas dari DR.Christiany Eugenia Paruntu SE dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) adalah penambahan anggaran dalam APBDes setiap desa yang ad di Sulawesi Utara, dimana menurut DR.Christiany Eugenia Paruntu SE bahwa sebanyak 1.507 Desa di Sulut akan ketambahan Rp.200 Juta dalam APBDes setiap Desa.

Baca juga:  Micha Paruntu Lantik Tim Pemenangan CEP-SSL dan MEP-VT di Kecamatan Maesaan

Selama hampir 10 tahun memimpin Kabupaten masing-masing, yakni Tetty Paruntu di Kabupaten Minahasa Selatan, dan Sehan Salim Landjar di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, untuk sumber pendapatan APBDes hanya bergantung dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten saja.

Maka dari itu, bila dipercayakan oleh masyarakat Sulawesi Utara untuk memimpin tanah nyiur melambai ini, CEP-SSL pastikan akan ada anggaran sebesar Rp.200 Juta dari Pemerintah Provinsi bagi setiap desa.

“Jadi kami yang menanda-tangani APBD Provinsi, akan ada bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi kepada 1.507 desa yang ada di Sulawesi Utara mulai dari Miangas hingga Pinagoluman, paling tidak setiap desa akan mendapatkan dana sebesar Rp.200 juta dan masuk ke APBDes,” kata Tetty Paruntu.

Baca juga:  Tingkatkan Imunitas Tubuh, CEP-Sehan Sepeda Santai Bersama Sambil Menyapa Warga Manado

Program tersebut menurut Tetty Paruntu bahwa sebagaimana program dari Presiden Joko Widodo dalam Nawacita yakni membangun dari daerah pinggiran, maka desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah, harus terus ditingkatkan baik pembangunan infrastruktur pedesaan maupun pembangunan sumber daya manusia.

Pembangunan Infrastruktur pedesaan harus terus berlanjut dalam rangka peningkatan perekonomian warga pedesaan, yang berdampak juga pada peningkatan perekonomian daerah.

(Hengly)*