Yesri Dilaporkan Ke KPK Atas Penyalahgunaan Bansos

Jakarta Transparansi Indonesia.co.id – Di Depan kantor Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Sherly Sophi Politon yang ditemani LBH Laskar Manguni mengadakan konfrensi pers sekaitan laporan adanya sebuah LSM yang di duga menyelewengkan bantuan sosial masa pandemic.

Penyerahan dokumen yang diterima atas nama Lili salah satu pegawai KPK, Selasa 22/12/20, menurut Sherly di depan wartawan menegaskan bahwa penyelewengan penyaluran bansos sembako dilakukan oleh salah satu Ketua Umum LSM yang berkedudukan di Jakarta, menurut Shierly ada indikasi dengan sengaja mencari keuntungan melalui penjualan Bansos Sembako, sehingga bansos sembako tersebut tidak tepat sasaran.

Bahwa Bansos sembako diterima dari Kemensos secara gratis untuk kedua kalinya dengan kuota kurang lebih sebanyak 10.000 paket. Namun oleh oknum Ketua Umum LSM Jayaperbangsa yang bernama Yesri Tandiseru dan bansos sembako tersebut dijual perpaket konon seharga 10-15 ribu rupiah.

Baca juga:  Dari Pesisir untuk Kesejahteraan, TNI AL Serahkan Rumah Layak Huni di Wangurer Barat

Bahwa penjualan paket bansos Sembako tersebut dijual di jl.Pembangunan 1/7 Petojo Jakarta Pusat pada tgl 21-27 November 2020.

Bahwa temannya oknum Ketua Umum Jayaperbangsa yang membantu menjualkan bansos Sembako tersebut.

Padahal bantuan sembako tersebut harus disalurkan pada warga masyarakat terdampak pandemi. Mereka malahan memanfaatkan situasi ini menjadi ladang mencari keuntungan pribadi di masa Pandemi.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan UU NO.2 thn 2020 tentang Kebijakan keuangan Negara dan stabilitas sistim keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dimaksudkan untuk memberikan perlindungan Bagi kehidupan masyarakat yang sangat nyata terancam dengan Merebak dan menyebar covid-19, baik dari aspek keselamatan jiwa karena ancaman kesehatan dan keselamatan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

Baca juga:  Alfamart Salurkan 60.000 Paket Berbuka Puasa, Libatkan 102 UMKM di 34 Kota Selama Ramadan 2026

Terhadap sangkaan yang dilaporkan ke KPK ini, bertanyanews.com mengkonfirmasi terlapor yakni Yesri melalui Whassap, dalam jawaban melalui pesan WA, Yesri mengatakan tidak benar apa yang bu Sherly katakan tidak usah di dengar, maaf saya lagi sibuk persiapan natal, tukasnya.

HM