AMTI; JAK Harus Pertanggung-jawabkan Dana Hibah KONI Minsel ke Publik

by -60 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Polemik terkait dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Minahasa Selatan (KONI Minsel) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Minsel, terus menuai banyak pertanyaan dikalangan masyarakat.

Dan hal tersebut juga ikut menjadi perhatian sejumlah LSM anti Korupsi, termasuk didalamnya LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI).

Melalui Ketua Umum DPP AMTI Tommy Turangan SH mendesak agar seorang James Artur Kojongian ST.MM selaku Ketua KONI Minsel dapat mempertanggung-jawabkan ke publik dana hibah KONI Minsel, karena itu bersumber dari APBD.

Hal tersebut, dikatakannya karena penggunaan anggaran dana hibah KONI Minsel adalah uang yang bersumber dari APBD sehingga sangatlah pantas bila masyarakat mempertanyakan akan penggunaan anggaran tersebut.

Baca juga:  PMI Minsel Gelar Baksos Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kecamatan Tenga

“JAK harus mempertanggung-jawabkan akan penggunaan anggaran dana hibah tersebut, karena itu bersumber dari APBD, masyarakat sangatlah ingin mengetahui kemana anggaran tersebut, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh KONI Minsel sangat minim,” ujar Turangan.

Ditahun anggaran 2020, KONI Minsel yang diketuai oleh James Artur Kojongian ST.MM (JAK) mendapatkan sana hibah dari APBD Minsel sebesar kurang lebih Rp.700 juta.

Dan ditahun tersebut, kegiatan yang diselenggarakan oleh KONI Minsel terbilang minim oleh karena Pandemi Covid-19.

Lalu kemanakah anggaran sebesar itu,..?? begitulah pertanyaan dari para warga masyarakat.

AMTI pun meminta kepada aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk menelusuri kemana anggaran hibah KONI Minsel tersebut.

Baca juga:  Ini 9 Program Unggulan CEP-SSL yang Siap Bawa Sulut Bangkit

“Aparat Hukum dan instansi terkait jangan tinggal diam, telusuri dana hibah tersebut,” tambah Turangan.

Persoalan James Artur Kojongian ST.MM selaku Ketua KONI Minsel, ternyata bukan juga sampai pada dana hibah tersebut, namun bonus para atlit yang dijanjikannya sewaktu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tak juga kunjung dicairkan, sehingga membuat para atlit yang berprestasi diajang Porprov merasa kesal dengan janji yang disampaikan oleh Ketua KONI Minsel.

Akan halnya persoalan ditubuh KONI Minsel, maka gaungan agar segera dilaksanakan Musdalub KONI Minsel, agar segera dilakukan dan salah satu agenda pentingnya yakni memilih Ketua KONI Minsel yang baru.

(Hengly)*