DPR Sahkan RUU Desa Menjadi UU, Masa Jabatan Kades 8 Tahun Dan Maksimal Dua Periode

Nasional7595 Dilihat

Jakarta, TI – Rancangan undang-undang (RUU) tentang perubahan kedua atas undang-undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang desa akhirnya disahkan menjadi undang-undang oleh DPR-RI.

Dimana pengesahan RUU tentang desa menjadi undang-undang diambil dalam agenda pembicaraan tingkat II di rapat paripurna ke-14 masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024 di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada Kamis 28 Maret 2024.

Ketua DPR-RI, DR. (HC) Puan Maharani selanjutnya menanyakan ke setiap fraksi apakah rancangan undang-undang tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa apakah dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang ?.

Pertanyaan dari Ketua DPR-RI tersebut, selanjutnya direspon oleh seluruh anggota DPR-RI dengan kata setuju.

Usai disetujui dan disahkan, selanjutnya penyampaian pandangan akhir tentang RUU desa oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Baca juga:  Mendagri Tito: Pusdiklat Kemendagri Siap Digunakan Merawat Pasien Covid-19

Sebelum pengambilan keputusan, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas terlebih dahulu menyampaikan laporan pembahasan RUU Desa bersama pemerintah.

Dalam laporan ini terdapat beberapa poin perubahan dalam UU tersebut, diantaranya penyisipan pasal 5A tentang pemberian dana konservasi dan atau dana rehabilitasi, ketentuan pasal 26, 50A, dan pasal 62 ditambah pengaturan terkait pemberian tunjangan purna tugas satu kali di akhir masa jabatan kepala desa, badan permusyawaratan desa, dan perangkat desa sesuai dengan kemampuan desa.

 

“Ketiga, penyisipan pasal 34A terkait syarat jumlah calon kepala desa dalam Pilkades. Keempat, ketentuan pasal 39 terkait masa jabatan kades menjadi 8 tahun dan dapat dipilih paling banyak 2 kali masa jabatan. Kelima, ketentuan pasal 72 terkait sumber pendapatan desa. Keenam, ketentuan pasal 118 terkait ketentuan peralihan. Ketujuh, ketentuan pasal 121A terkait pemantauan dan peninjauan undang-undang,” lanjut Supratman.

Baca juga:  SE Mendagri 141/978/SJ, Prades Segera Miliki NIPD

Diketahui, RUU Desa ini sebelumnya telah disetujui Baleg dan pemerintah setelah melalui pembahasan 248 DIM dalam rapat kerja persetujuan tingkat satu pada 5 Februari 2024.

Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi mengungkapkan salah satu poin krusial yang disepakati yakni terkait masa jabatan Kepala Desa menjadi delapan tahun dan dapat dipilih paling banyak untuk dua kali masa jabatan.

“Kami menangkap aspirasi dari Asosiasi Kepala Desa dan Perangkat Desa yang menginginkan mendesak UU Desa itu direvisi dan sudah kita tangkap itu dan menjadi usulan inisiatif DPR,” pungkasnya. (red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *