Minsel, transparansiindonesia.co.id – Evaluasi perkembangan desa dan kelurahan (Epdeskel) tahun 2026 untuk kecamatan Maesaan, sementara dilaksanakan sesuai jadwal yang dijadwalkan oleh tim Epdeskel Kecamatan Maesaan.
Dihari kelima pelaksanaan Epdeskel,(Selasa, 3/3/2026) adalah desa Tumani yang dilakukan penilaian dan evaluasi oleh tim dari kecamatan.
Menghadapi Epdeskel, desa Tumani menindaklanjutinya dengan pelaksanaan persiapan-persiapan termasuk kelengkapan administrasi desa.
Tim Epdeskel Kecamatan Maesaan, didampingi oleh para perangkat desa langsung turun lapangan melihat dan memantau kebersihan dan keindahan lingkungan yang ada di jaga masing-masing.
Setelah turun lapangan melihat langsung kondisi lingkungan, dilaksanakan evaluasi oleh tim Epdeskel.
Apresiasi dari tim kecamatan kepada pemerintah dan masyarakat desa Tumani yang ikut mendukung dan mensupport kegiatan atau program pemerintah yakni evaluasi perkembangan desa, dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih dilingkungan masing-masing.
Kebersihan lingkungan menjadi salah satu item penilaian oleh tim, serta juga pemanfaatan pekarangan halaman rumah untuk ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi menjadi satu hal yang dinilai.
Penjabat HukumTua desa Tumani, Fesna Assa mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan evaluasi di desa Tumani, pihak pemerintah desa sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kegiatan Epdeskel.
Dan upaya-upaya dari pemerintah desa, ditindaklanjuti oleh masyarakat dengan melakukan bersih-bersih dilingkungan masing-masing, membuat pagar halaman, dan pembersihan halaman dari depan hingga belakang rumah.
Selain itu juga, Fesna Assa menyampaikan bahwa pihaknya selaku pemerintah desa terus mengoptimalkan pelayanan publik, konsistensi dan komitmen perangkat desa dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi jabatan masing-masing yang diemban.
“Terima kasih dan apresiasi kepada jajaran pemerintah desa dan masyarakat desa Tumani yang telah berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dengan melaksanakan bersih-bersih dilingkungan masing-masing, begitupun bagi teman-teman perangkat desa saya menghimbau untuk terus mengoptimalkan pelayanan publik,” ujar Fesna Assa.
Fesna Assa yang akan memasuki masa purnabakti TMT pada 1 Agustus 2026, mengatakan bahwa evaluasi perkembangan desa Tumani ini adalah suatu momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat sampai dimana tingkat perkembangan desa, dalam mengukur efektivitas pembangunan.
Epdeskel juga menjadi bagian dari lomba desa yang dilaksanakan secara berjenjang, hingga ke tingkat pusat.
Sementara itu dari tim penilai lomba desa dan Epdeskel Kecamatan Maesaan memberikan apresiasi serta nilai yang cukup baik bagi perkembangan desa Tumani.
Untuk diketahui, Evaluasi Perkembangan Desa adalah penilaian sistematis terhadap penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan di tingkat desa untuk mengetahui status perkembangannya (cepat berkembang, berkembang, atau kurang berkembang).
Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas pembangunan, tingkat kesejahteraan masyarakat, kemandirian, dan daya saing desa sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih baik, sering kali menjadi bagian dari persiapan untuk Lomba Desa.
Aspek yang Dievaluasi yakni mencakup berbagai dimensi kehidupan desa, antara lain:
Pemerintahan: Efektivitas pelayanan dan pengelolaan administrasi desa.
Kewilayahan: Pemanfaatan potensi wilayah, lingkungan, dan sumber daya alam.
Kemasyarakatan: Pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan, serta kesejahteraan masyarakat (pendidikan, kesehatan, sosial, budaya).
Proses dan Pelaksanaan
Evaluasi Mandiri:
Desa melakukan penilaian awal menggunakan instrumen yang disediakan, seringkali melalui aplikasi khusus seperti EPDeskel.
Verifikasi dan Validasi:
Tim dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi melakukan verifikasi data dan validasi lapangan.
Penilaian Berjenjang: Hasil evaluasi di tingkat desa akan dibawa ke jenjang berikutnya (kecamatan, kabupaten, provinsi).
Beberapa manfaat dari evaluasi perkembangan desa antara lain;
– Mengetahui kekuatan dan kelemahan desa.
– Menjadi dasar pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
– Menjadi acuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing desa.
– Memfasilitasi keikutsertaan desa dalam kompetisi (Lomba Desa).
Sehingga secara ringkas, evaluasi perkembangan desa adalah alat ukur penting untuk memastikan desa terus maju, mandiri, dan memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. (Hen)*
