PT. MSM Melalui CV. Culture Mandiri Gelar Sosialisasi Rehabilitasi DAS, Upaya Jaga Ekosistem Lingkungan

Minsel, SULUT8 Views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pembabatan hutan dengan tak terkendali sering membawa dampak negatif dan bahkan mengakibatkan bencana bagi masyarakat.

Tak heran, terjadinya bencana banjir bandang maupun tanah longsor kebanyakan diakibatkan oleh pembabatan secara liar yang mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan dan lingkungan.

Rehabilitasi hutan dan kawasan daerah aliran sungai (DAS) merupakan salah satu cara dan upaya dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana yang diakibatkan oleh pembabatan hutan secara tak terkendali.

PT. Meares Soputan Mining (PT. MSM) selaku perusahaan tambang yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, memiliki kewajiban untuk melaksanakan rehabilitasi lahan dan hutan, bukan saja diwilayah lingkar tambang, tapi juga diwilayah diluar wilayah lingkar tambang terlebih di daerah aliran sungai.

Pihak PT. MSM yang diwakili oleh Chrispany selaku Manager Enfiro yang membidangi lingkungan mengatakan bahwa kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai adalah sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan PT. MSM terhadap kelestarian lingkungan sekalipun wilayah atau daerah yang akan dilakukan rehabilitasi berada diluar area lingkar tambang.

Ia pun mengharapkan agar kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai tersebut dapat berjalan dan terlaksana dengan baik karena akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu dari pihak pelaksana yakni CV. Culture Mandiri yang diwakili oleh Direktur, Sarwidi mengatakan bahwa selaku pelaksana rehabilitasi DAS, ia menjelaskan tentang tujuan rehabilitasi daerah aliran sungai yakni dalam upaya memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi daerah aliran sungai agar dapat berperan sebagai penyangga kehidupan.

Baca juga:  Wartawan Dikeroyok di SPBU Tababo, AMTI Desak Kapolda Sulut Copot Kapolres Mitra dan Kapolsek Belang

Dan untuk kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai yang dilaksanakan saat ini adalah berupa penanaman pohon dengan berbagai jenis termasuk pohon-pohon yang menghasilkan buah.

Dari pihak CV. Culture Mandiri mengatakan bahwa pohon-pohon yang disediakan berupa bibit pohon Cempaka, Nantu, Mahoni, Gmelina, Jabon, Durian, Pala, Alpukat, Pala, dan Duku.

Wilayah-wilayah yang akan dilakukan rehabilitasi daerah aliran sungai terdapat di lima desa yang ada di dua kecamatan, yakni Desa Lowian, Lowian Satu, Temboan, dan Tambelang Kecamatan Maesaan, serta desa Mokobang Kecamatan Modoinding.

Nantinya bibit pohon-pohon tersebut akan ditanam didaerah yang telah ditetapkan sesuai dengan peta lokasi yang telah ada sesuai dengan rekomendasi dari BPDAS.

Dipilihnya beberapa pohon buah seperti Durian, Alpukat, Pala, dan Duku, dimaksudkan agar masyarakat dapat memanfaatkan buahnya sebagai penopang ekonomi dan tentunya dapat berdampak bagi pendapatan ekonomi masyarakat dan peningkatan roda perekonomian.

Ada beberapa tujuan utama dari kegiatan Rehabilitasi yakni;

Pemulihan Lahan: Mengurangi luasan lahan kritis dan mencegah erosi.

Konservasi Air: Menjaga daerah tangkapan air agar pasokan air tanah (mata air) tetap tersedia.

Mitigasi Bencana: Mencegah potensi bencana seperti banjir dan longsor di kawasan hilir.

Sementara itu warga masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan mengapresiasi dan berterima kasih dengan apa yang ditunjukkan oleh PT. MSM dengan akan melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai diwilayah mereka, yang nantinya akan dilaksanakan oleh CV. Culture Mandiri selaku pelaksana kegiatan.

Baca juga:  RUPS-LB Tetapkan Revino Pepah sebagai Dirut BSG 2026–2031, AMTI Beri Dukungan Penuh

Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta sosialisasi yang hadir dimana selain masyarakat, juga diikuti oleh jajaran pemerintah Kecamatan di dua kecamatan (Maesaan dan Modoinding) serta para penjabat HukumTua masing-masing Deittlie Kawengian S.Pd (Lowian), Stelma Turangan Amd.Keb (Lowian Satu), Relly Sumerah S.Pd (Temboan), Vekky Mumu S.Pd (Tambelang) dan Ketty Timbuleng (Mokobang).

Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi rehabilitasi DAS yang digelar di area perkebunan desa Lowian diantaranya Kapolsek Tompasobaru Iptu Torro Aldiano Pondaag, Kapolsek Modoinding AKP Rani Rorong, Camat Maesaan Arnaldo Kewas ST, Perwakilan Kecamatan Modoinding, dan para tokoh agama desa Lowian Raya.

Sementara itu hadir pula Kepala BPDAS Tondano, Bambang Hendro Joewono, S.Hut., M.Sc., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Rainier Nicko Dondokambey, S. Hut., Kepala UPT KPHP Unit IV Poigar Fandy F.B. Sumual, S.Hut., M.A.P., serta dari pihak PT. MSM dan CV Culture Mandiri.

Kegiatan sosialisasi rehabilitasi tersebut, diakhiri dengan penanaman pohon disekitar lokasi kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan, perwakilan pemerintah dan jajaran pemerintah desa.

Setelah kegiatan sosialisasi tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan penanaman pohon di daerah-daerah yang telah ditentukan yang berada diwilayah daerah aliran sungai. (Hen)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *