“Kandidat nomor urut 1 unggul masih sementara, warga kembes menanti hasil final”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PILKADES, KEMBES, MINAHASA,- Tahapan paling menentukan dalam Pemilihan Hukum Tua Desa Kembes, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, masih berlangsung hingga Kamis (18/6/2026) siang.
Proses penghitungan suara yang menjadi penentu lahirnya pemimpin baru desa tersebut menyita perhatian masyarakat yang sejak pagi memadati area sekitar lokasi pemungutan suara.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana demokrasi desa berjalan dengan penuh antusiasme. Warga dari berbagai kalangan memilih bertahan di sekitar lokasi penghitungan suara guna menyaksikan secara langsung jalannya proses rekapitulasi. Masyarakat tampak mengikuti setiap tahapan yang dilakukan panitia dengan seksama, mulai dari pembukaan kotak suara, pemeriksaan surat suara, hingga pembacaan hasil pilihan masyarakat yang dilakukan secara terbuka.
Dua kandidat yang bertarung masing-masing nomor urut satu,Johny Undap, dengan calon nomor urut 2, Stien Jenni Kindangen, dalam Pemilihan Hukum Tua Desa Kembes memperlihatkan persaingan yang cukup sengit. Sejak dimulainya proses penghitungan suara pada pagi hari, selisih perolehan suara antar kandidat terpantau tidak terlalu jauh. Situasi tersebut membuat ketegangan politik lokal terasa semakin meningkat, meskipun seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dalam suasana aman dan tertib.
Petugas Panitia Pemilihan terlihat bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan seluruh tahapan penghitungan suara. Setiap surat suara diperiksa secara teliti dan dibacakan di hadapan para saksi serta masyarakat yang hadir. Transparansi menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dalam pelaksanaan penghitungan suara kali ini.
Berdasarkan hasil sementara yang diperoleh dari proses pembacaan surat suara, calon nomor urut satu terlihat memperoleh dukungan yang cukup signifikan. Nama kandidat tersebut berulang kali disebut oleh petugas saat proses pembacaan surat suara berlangsung. Kondisi tersebut membuat para pendukungnya mulai menunjukkan optimisme terhadap peluang kemenangan.
Meski demikian, panitia pemilihan tetap mengingatkan seluruh pihak agar menunggu hasil resmi yang akan diumumkan setelah seluruh surat suara selesai dihitung. Penghitungan yang masih berjalan membuka peluang terjadinya perubahan angka perolehan suara hingga tahapan akhir rekapitulasi selesai dilakukan.
Antusiasme masyarakat Desa Kembes menjadi salah satu gambaran bahwa kesadaran politik di tingkat desa terus mengalami perkembangan. Warga tidak hanya menggunakan hak pilih, melainkan juga turut mengawasi jalannya proses demokrasi secara langsung. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar di sekitar lokasi penghitungan suara menunjukkan tingginya perhatian terhadap masa depan pemerintahan desa untuk beberapa tahun ke depan.
Bagi masyarakat Kembes, pemilihan hukum tua bukan sekadar pergantian pemimpin administratif. Momentum tersebut dipandang sebagai penentuan arah pembangunan desa, pengelolaan anggaran, peningkatan pelayanan publik, hingga keberlangsungan program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan dalam masa kepemimpinan berikutnya.
Sepanjang proses penghitungan suara, aparat keamanan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Kehadiran petugas keamanan di lokasi memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang menyaksikan secara langsung jalannya proses demokrasi tersebut.
Situasi kondusif yang tercipta tidak terlepas dari kedewasaan politik masyarakat Desa Kembes. Kendati masing-masing kandidat memiliki basis pendukung yang kuat, tidak terlihat adanya gesekan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Warga memilih menunggu hasil akhir dengan tertib sembari menghormati seluruh mekanisme yang sedang berjalan.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai pelaksanaan Pilhut Kembes tahun ini menjadi salah satu contoh bagaimana demokrasi desa dapat berjalan secara sehat. Keterbukaan panitia dalam menyampaikan hasil perolehan suara dinilai mampu meminimalisir munculnya berbagai spekulasi maupun kecurigaan yang berpotensi menimbulkan konflik pasca pemilihan.
Di tengah berlangsungnya penghitungan suara, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) Pusat, Tommy Turangan, turut memberikan apresiasi terhadap kinerja panitia pemilihan yang dinilainya telah menjalankan tugas secara profesional.
Menurut Turangan, panitia telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas proses pemilihan. Seluruh tahapan dijalankan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan dapat terus terjaga.
“Salut kepada panitia pelaksana yang bekerja secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses yang berlangsung terbuka menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat desa mampu berjalan dengan baik apabila seluruh pihak menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal,” ujar Turangan.
Lebih lanjut, Turangan mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kontestasi demokrasi. Oleh karena itu, seluruh kandidat beserta para pendukungnya diharapkan dapat menerima hasil akhir dengan sikap dewasa dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan masyarakat jauh lebih penting dibanding mempertahankan perbedaan pilihan politik yang muncul selama masa pemilihan. Menurutnya, setelah seluruh tahapan selesai, masyarakat harus kembali bersatu untuk mendukung pembangunan desa.
“Siapapun yang nantinya terpilih sebagai Hukum Tua Desa Kembes harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Sebaliknya, pihak yang belum memperoleh kepercayaan masyarakat juga perlu menunjukkan sikap legawa dan menerima hasil pemilihan secara terbuka,” katanya.
Turangan juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba membangun narasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, gerakan-gerakan yang berpotensi memecah belah warga hanya akan menghambat proses pembangunan desa di masa mendatang.
“Harus legowo dan siap menerima hasil yang ada. Jangan menciptakan gerakan tambahan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Desa membutuhkan persatuan, bukan perpecahan. Pemilihan ini merupakan sarana demokrasi untuk menentukan pemimpin yang akan membawa Desa Kembes menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Pelaksanaan Pilkades Kembes menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan figur yang dianggap mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa. Harapan masyarakat terhadap pemimpin baru cukup besar, terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan warga, pembangunan infrastruktur, pengelolaan dana desa yang transparan, serta penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi penghitungan suara mengaku memilih menunggu hingga hasil akhir diumumkan. Mereka berharap pemimpin yang terpilih nantinya dapat menjadi representasi seluruh masyarakat tanpa membedakan kelompok pendukung maupun pilihan politik saat pemungutan suara berlangsung.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan masyarakat agar pemimpin baru mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman pandangan politik yang muncul selama proses pemilihan berlangsung.
Sementara proses penghitungan suara masih terus berjalan hingga berita ini diturunkan. Panitia pemilihan terlihat tetap fokus menyelesaikan setiap tahapan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Warga pun terus memadati area sekitar lokasi sambil menantikan hasil resmi yang akan menentukan siapa figur yang akan memimpin Desa Kembes dalam periode pemerintahan berikutnya.
Dengan atmosfer demokrasi yang tetap terjaga, Pilhut Kembes tidak hanya menjadi ajang kompetisi politik lokal, melainkan juga menjadi cerminan kedewasaan masyarakat dalam menghormati pilihan demokratis.
Kini, seluruh mata tertuju pada hasil akhir penghitungan suara yang akan menentukan arah perjalanan pembangunan Desa Kembes pada tahun-tahun mendatang.
Perlu diketahui bahwa jumlah pemilih sebanyak 1800 orang sementara kertas surat suara yang tersedia sekitar 2069 dan kertas surat suara yang tersisa sebanyak 269.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
