Kapolri; “Penyebar Video yang sudah di Edit jadi 2 Menit, Akan Dicari”

by -190 views

Jakarta/transparanaiindonesia.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mochammad Iqbal mengatakan, video pidato Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian soal ormas Islam yang viral sudah terpotong-potong.

Pidato dalam video tersebut disampaikan di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten, 8 Februari 2017.

Durasi aslinya selama 26 menit. Sementara video yang beredar hanya berdurasi sekitar 2 menit.

“Itu sudah dipotong-potong jadi kalimat tidak utuh. Bagaimana kalimat tidak utuh berarti pesan tidak utuh juga,” ujar Iqbal di rumah dinas Kapolri, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Iqbal mengatakan, potongan video itu menyebabkan beberapa pihak menginterpretasikan sendiri maksudnya.

Bahkan, tidak sedikit yang menyalahkan Kapolri atas pernyataan yang dianggap mengesampingkan ormas Islam selain Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Kapolri telah bertemu dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin selaku pemilik pondok pesantren tempat Tito berpidato.

Selain itu, ormas Syarikat Islam yang dipimpin Hamdan Zoelva juga telah menemui Kapolri dan meminta klarifikasi soal video itu.

Baca juga:  Babinsa koramil 427-03/BLU Sub umpu semenguk melaksanakan kegiatan himbauan kepada masyarakat di Kampung Rembang jaya Kec. umpu semenguk

“Setelah adanya silaturahim ini semua terbuka bahwa maksud Pak Kapolri di dalam video itu berbeda sekali. Tidak ada maksud menyudutkan pihak-pihak tertentu,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, pidato itu disampaikan saat pilkada serentak tengah hangat-hangatnya.

Kapolri saat itu memotivasi dan menyampaikan kepda seluruh jajaran kepolisian untuk memperkuat silahturahim dengan ormas islam, “ingat, semua (ormas islam) kecuali ada kelompok yang ingin merongrong NKRI” kata Iqbal.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri menegaskan akan mencari tahu siapa yang menyebarluaskan video pidatonya yang menyinggung umat islam.

“Saya berusaha mencari tahu tetapi tidak melakukan langkah-langkah hukum” tutur Kapolri Tito kepada sejumlah wartawan, saat ditemui dikantor Pengurus Besar NU.

Mantan Kapolda metro jaya tersebut, berupaya berpikir positif terhadap penyebaran video tersebut, dan berusaha apa motif penyebaran video tersebut. “saya berusaha merangkul semua pihak hanya sebatas ingin tahu, tapi saya berpikir positif, motifnya apa.” tambahnya.

Dalam keterangannya, Tito mengaku kaget beredarnya video berdurasi 26 menit.

Baca juga:  Lebaran Kedua, Presiden Jokowi Mudik Ke Solo

Ketua MUI Ma’ruf Amin meyakini Tito tak bermaksud menarifkan ormas lain. Ma’ruf mengakui pernyataan Tito tersebut terlontar pada Februari 2017 lalu saat memberikan sambutan di pesantren Ma’ruf Amin di Banten.

Menurut Ma’ruf konteks pidato yang disampaikan Tito, saat itu terkait upaya msnghadapi isu Radikalisme dan isu Khilafah yang pada waktu itu sangat kencang.

“Waktu itu Pak Kapolri benar-benar keras dan tegas, melawan kelompon-kelompok itu, jadi merasa bahwa NU dan Muhamadia lah yang konsisten terus dalam rangka membela Pancasila san Negara tanpa bermaksud menafikan peran ormas-ormas setelah saya cross check” terangnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, mengatakan baik NU, Muhamadiyah, maupun ormas islam lainnya telah mendengar penjelasan Kapolri soal video pidatonya yang viral, dalam video tersebut pernyataan Kapolri seolah mengesampingkan ormas islam selain NU dan Muhamadiyah.

Menurut Said Aqil Siraj, permasalahan tersebut sudah diaelesaikan dengan baik.   (red/TI)*

 

sumber/tribunnews