Rakyat Dan Pemerintah Minsel Mengecam Keras Aksi Teroris di Surabaya

by -266 views

Minsel, transparansiindonesia.com — Terkait aksi brutal dan biadab yang dilakukan oleh kelompok teroris di Surabaya dengan melakukan pemboman di tiga Gereja, ditiga tempat berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu pagi (13/5/2018), Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Bupati DR.(HC) Christiany Eugenia Paruntu SE. D.Min dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar SH, (CEP-FDW) Mengecam keras aksi para pelaku Teror tersebut.

Pemkab Minsel melalui Kabag Humas dan Protokoler Henri Palit SH, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Kota Surabaya tersebut, merupakan tindakan yang biadab dan tidak berperi-kemanusiaan, dimana warga yang akan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran dan kepercayaannya mendapat teror Bom dan menimbulkan korban jiwa, baik itu luka-luka dan korban tewas.

“Tindakan terorisme tersebut adalah tindakan yang keji dan biadab, serta tidak berperi-kemanusiaan, yang dimana agama apapun tidak mengajarkannya, maka dari itu atas nama Rakyat dan Pemkab Minahasa Selatan mengecam keras tindakan terorisme tersebut.” kata Kabag Humas Henri Palit SH mewakili Bupati CEP dan Wabup FDW.

Baca juga:  Rommy Poli; "MEP-VT Paslon Paripurna for Minsel"

Menyikapi kejadian aksi terorisme tersebut, Bupati CEP dan Wabup FDW, meminta kepada seluruh rakyat terlebih masyarakat Minahasa Selatan, agar menyikapi peristiwa ini dengan arif dan bijaksana, serta tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI terlebih sebagai Warga Minahasa Selatan.

“Bupati Tetty Paruntu dan Wakil Bupati Franky Wongkar menghimbau kepada seluruh rakyat terlebih masyarakat Minahasa Selatan agar tidak mudah terprovokasi dan terpacing untuk di adu domba terkait peristiwa pemboman Gereja di Surabaya ini, yang hanya berpotensi memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.” kata Henri Palit.

Dengan peristiwa yang terjadi ini, Pemkab Minsel meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu waspada, manfaatkan Siskamling yang ada diDesa-desa dan Kelurahan, dan selalu terus berkoordinasi dengan pihak berwajib apabila ditemui hal-hal yang mencurigakan, apalagi mengenai pendatang yang belum diketahui identitasnya.

Baca juga:  Kapolres Minsel; "Petugas Pos Covid-19, Jangan Miras, Jangan Arogan Namun Bersikap Santun"

Sejumlah masyarakat Minsel pun bereaksi dengan terjadinya peristiwa pemboman beberapa Gereja di Surabaya ini, dengan meminta dan mendesak agar para Legislator di Senayan agar segera mensahkan RUU Terorisme menjadi Undang-undang agar kinerja, tugas dan wewenang Aparat Kepolisian menjadi lebih luas dalam memberantas terorisme.

“Kami minta RUU Terorisme segera disahkan menjadi Undang-undang, agar kinerja aparat kepolisian menjadi lebih luas dan tidak terbatasi oleh aturan dan undang-undang.” kata salah satu warga Tompasobaru.

Diakhir wawancaranya, Kabag Humas Henri Palit mengingatkan warga masyarakat Minahasa Selatan, untuk selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan, karena dengan persatuan kita mampu menangkal terorisme, namun selalu waspada dengan para pendatang dari luar Minsel yang belum tahu identitasnya.

(Hengly/TI)*