Hingga Hari Ke-2 Pelaksanaan Vaksinasi, 13 Nakes Puskesmas Motoling Barat Telah Divaksin Sinovac

by -67 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Motoling Barat, pada Kemarin hari (Rabu, 3/2) menggelar Launching Vaksinasi Vaksin Sinovac, setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Kesehatan Minsel menggelar Launching pada Selasa (2/2) di RSUD Amurang.

Launching Vaksinasi Vaksin Sinovac di Puskesmas Motoling Barat, dihadiri oleh Forkopimca Motoling Barat, yang dibuka langsung oleh Camat Motoling Barat Rudy Liow SPd.

Dalam sambutannya, Camat Rudy Liow mengatakan bahwa Vaksinasi dengan menggunakan Vaksin Sinovac adalah program nasional yang telah dilaunching beberapa waktu lalu dimana Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo adalah orang pertama yang divaksin Sinovac.

Maka dari itu ia mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk mensukseskan Vaksinasi Vaksin Sinovac dimana untuk Kabupaten Minahasa Selatan saat ini diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan.

“Mewakili Bupati Minahasa Selatan Ibu DR.Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati Pak Franky Donny Wongkar SH, saya membuka secara resmi Launching Vaksinasi Vaksin Sinovac di Puskesmas Motoling Barat, dan berharap kegiatan Vaksinasi dapat berjalan dengan baik,” kata Camat Rudy Liow.

Kepala Puskesmas Motoling Barat, dr.Ivana Kontu mengatakan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Motoling Barat berjumlah 23 Tenaga Kesehatan, sehingga untuk jumlah Vaksin Sinovac yang dikirim dari Dinkes Minsel ke Puskesmas berjumlah 23 Flacon Sinovac.

Baca juga:  Peringati 'International Day of Forest' dan 'World Water Day', Bupati CEP Tanam Manggrove di Pesisir Pantai Amurang

“Untuk jumlah vaksin sinovac yang ada di Puskesmas Motoling Barat berjumlah 23 Flacon yang disesuaikan dengan jumlah Nakes yang ada, dan kemarin hari telah kita mulai Vaksinasi dengan diawali Launching Vaksinasi Vaksin Sinovac,” kata dr.Ivana Kontu.

Dikatakannya pula hingga pada hari ke-dua pelaksanaan Vaksinasi Sinovac, sudah ada 13 Nakes yang divaksin, dimana pada hari pertama 7 Nakes dan hari ke-dua 6 Nakes,” ujarnya.

Sebelum menerima Vaksin Sinovac, para Nakes terlebih dahulu harus melewati beberapa tahapan atau screening untuk memastikan Nakes memenuhi syarat atau tidak untuk menerima vaksin sinovac, karena yang akan bisa divaksin Sinovac adalah mereka yang benar-benar kondisi sehat.

Untuk Vaksinasi Vaksin Sinovac kepada para Nakes di Puskesmas Motoling Barat sebagaimana disampaikan oleh Kepala Puskesmas dr.Ivana Kontu dilaksanakan pada Selasa, Rabu dan Kamis, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh para Nakes apakah sudah siap divaksin atau belum.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, elemen pemerintahan dan masyarakat, unsur Forkopimca Motoling Barat, para HukumTua yang ada diwilayah Motoling Barat yabg sudah mensupport dan mendukung program nasional dalam upaya memerangi penyebaran virus corona yaitu Vaksinasi Vaksin Sinovac,” tambah Ivana Flora Kontu.

Baca juga:  Bupati CEP; "Banyak Selamat dan Selamat Bertugas serta Melayani Bagi Pelsus GMIM Periode 2018-2021 yang Baru Diteguhkan

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dr.Erwin Schouten yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Djunaedy Watung yang memantau pelaksanaan Vaksinasi dihari ke-dua, menyampaikan agar para Nakes tak usah khawatir atau takut dengan vaksin sinovac karena telah melalui uji klinis di laboratorium, sehingga telah aman dan halal untuk digunakan.

Begitupun untuk para Nakes, untuk memanfaatkan Vaksinasi Vaksin Sinovac ini, karena selain Tenaga Kesehatan warga lainnya juga ingin divaksin namun sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan Vaksin maka untuk saat ini, Vaksin Sinovac diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan selaku garda terdepan pencegahan dan pemberantasan penyebaran Covid-19.

“Sebagai tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan pencegahan penyebaran Covid-19, Nakes harus divaksin, dan juga menjadi contoh bagi masyarakat mematuhi akan aturan dari pemerintah, ini adalah wujud nyata dari kita tenaga kesehatan mendukung dan mensupport program pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia,” tambah Djunaedy Watung.

(Hengly)*