“Bandara Sam Ratulangi Sambut Kepulangan Jamaah Haji Sulut, Penanganan Bagasi Berlangsung Tanpa Kendala”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HAJI, MANADO,- Ratusan jamaah haji asal Sulawesi Utara yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Balikpapan mulai kembali ke daerah asal setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Setelah tiba di Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada Sabtu (13/6/2026) dan menjalani proses transit, para jamaah selanjutnya diberangkatkan menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Minggu (14/6/2026).
Kedatangan rombongan jamaah haji disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor J. Mailangkay bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur penyelenggara penerbangan.
Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut Zainudin Hilmi, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Izhak Robert Paul Rey, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulut, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Ambar Suryoko, serta General Manager Angkasa Pura Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko.
Suasana haru mewarnai area kedatangan bandara saat keluarga menanti kepulangan sanak saudara setelah menjalani perjalanan ibadah selama lebih dari satu bulan. Sejumlah jamaah tampak bersyukur dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat.
General Manager Angkasa Pura Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengungkapkan bahwa penerbangan pertama yang membawa jamaah haji Sulawesi Utara pada hari tersebut mengangkut sebanyak 175 orang.
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari melalui koordinasi intensif antara penyelenggara ibadah haji dan pihak bandara guna memastikan seluruh proses kedatangan berlangsung tertib, aman, serta nyaman bagi jamaah.
“Sebelum kedatangan jamaah, koordinasi telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk penanganan penumpang, bagasi, hingga pengaturan transportasi lanjutan menuju daerah masing-masing. Alhamdulillah seluruh rangkaian pelayanan pada pagi hari ini berjalan lancar dan jamaah tiba dengan selamat serta dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Radityo.
Ia menegaskan bahwa Bandara Sam Ratulangi telah menyiapkan skema pelayanan khusus untuk mendukung proses kepulangan jamaah haji. Petugas bandara, ground handling, hingga unsur pengamanan bekerja secara terpadu agar arus kedatangan dapat berlangsung tanpa hambatan.
Sementara itu, penerbangan kedua yang dijadwalkan tiba pada pukul 13.45 WITA diperkirakan membawa 184 jamaah haji. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan rombongan yang tiba pada penerbangan pertama.
Radityo memastikan seluruh mekanisme pelayanan pada penerbangan kedua akan diterapkan dengan standar yang sama. Mulai dari proses penjemputan, distribusi bagasi, hingga pengaturan transportasi lanjutan menuju kabupaten dan kota asal jamaah telah dipersiapkan secara matang.
“Kami telah mengoordinasikan seluruh kebutuhan operasional. Penanganan jamaah maupun bagasi sudah tersusun dengan baik. Transportasi menuju daerah tujuan juga telah disiapkan sehingga proses kepulangan dapat berlangsung tertib. Insya Allah tidak terdapat kendala berarti,” katanya.
Kepulangan jamaah haji Sulawesi Utara menjadi momentum penuh syukur bagi keluarga dan pemerintah daerah. Sinergi antara penyelenggara ibadah haji, otoritas bandara, Angkasa Pura, maskapai penerbangan, serta instansi terkait menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran proses pemulangan jamaah dari Tanah Suci hingga kembali ke daerah asal.
Dengan kedatangan dua penerbangan tersebut, total 359 jamaah haji Sulawesi Utara dijadwalkan tiba di Manado pada hari yang sama. Seluruh pihak berharap para jamaah dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat serta membawa semangat dan nilai-nilai ibadah haji ke tengah kehidupan bermasyarakat.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
