SULUT, TI – Kepemimpinan AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan SH., MSi di Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Porles Boltim) patut diacungi jempol.
Ketegasannya dalam memimpin korps Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur mendapatkan apresiasi dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa sejak sosok AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan memimpin korps baju coklat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, situasi dan kondisi Kamtibmas sangat terjaga.
Sebagai daerah penghasil emas, Bolaang Mongondow Timur dipenuhi oleh lokasi-lokasi pertambangan emas, baik yang dikelola oleh perusahaan maupun para pengusaha.
Maka dari itu, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa tak heran jika sosok Kapolres AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan sering dikaitkan dengan isu-isu negatif terkait pertambangan.
“Sosok AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan adalah sosok yang sangat tegas, kepemimpinannya di jajaran Polres Boltim mampu membawa Bolaang Mongondow Timur menjadi salah satu daerah yang Kamtibmas nya sangat terjaga dan kondusif,” ujar Turangan.
Hal tersebut menurut Turangan karena Kapolres AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan tidak main-main dengan segala tindak pidana diwilayahnya, apalagi jika ada potensi-potensi kerawanan Kamtibmas, langsung ditindaklanjuti.
Terkait dengan isu yang mengatakan Kapolres Boltim ada kaitannya dengan tambang-tambang diwilayah Boltim, Turangan menyampaikan bahwa tugas kepolisian dalam melakukan penertiban PETI merupakan perintah undang-undang.
Selain itu, dalam pelaksanaan penertiban tambang, Kapolres Boltim selalu mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak ada pilih kasih atas semacamnya.
Turangan juga mengatakan bahwa Kapolres AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan dengan jiwa ketegasan dan berwibawa mampu membawa persatuan dan kesatuan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
“Jika dikaitkan dengan penertiban tambang di Boltim, hal tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo, maka jangan mengangkat isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” tegas Tommy Turangan SH. (T2)*
