Kadis Damkar Manado Serukan Kewaspadaan Maksimal Hadapi Musim Kemarau, Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Pencegahan Kebakaran

“Jimmy Rotinsulu, Ajak warga terapkan budaya pencegahan kebakaran sejak dini”.

Foto istimewa
Foto istimewa

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PEMERINTAHAN, MANADO,- Memasuki musim kemarau dengan suhu udara semakin tinggi serta hembusan angin berkecepatan cukup kuat.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Kondisi cuaca kering disertai angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran kecil dapat berkembang menjadi bencana besar dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Jimmy Charles Esau Rotinsulu, SE, M.Si, menegaskan bahwa langkah pencegahan merupakan kunci utama menekan angka kebakaran. Kesadaran masyarakat menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga keselamatan keluarga, lingkungan permukiman, fasilitas umum, maupun aset berharga.

Menurut Jimmy Rotinsulu, pengalaman penanganan berbagai peristiwa kebakaran menunjukkan sebagian besar kejadian dipicu kelalaian manusia.
Api berasal dari pembakaran sampah, kebocoran tabung gas, hubungan arus pendek instalasi listrik, kelalaian saat memasak, hingga permainan anak menggunakan korek api atau benda mudah terbakar.

“Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Cuaca panas menyebabkan berbagai material mudah terbakar, sedangkan angin kencang mempercepat rambatan api menuju bangunan lain. Seluruh masyarakat kami harapkan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan,” ujar Jimmy, belum lama ini.

Salah satu perhatian utama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado tertuju pada kebiasaan membakar sampah di pekarangan rumah. Aktivitas tersebut masih sering dilakukan sebagian warga dengan alasan membersihkan halaman maupun rumput kering. Padahal, kebiasaan tersebut memiliki risiko besar, terutama saat kelembapan udara menurun dan angin bertiup cukup kencang.

Jimmy mengingatkan agar masyarakat menghentikan pembakaran sampah, daun kering, rumput, ranting maupun material lain selama musim kemarau. Percikan api dapat berpindah menuju semak, pagar, tumpukan kayu, bahkan permukiman padat penduduk sehingga memicu kebakaran dalam skala luas.

“Kami mengajak seluruh warga mencari cara lebih aman dalam mengelola sampah tanpa melakukan pembakaran terbuka. Keselamatan bersama harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain larangan membakar sampah, perhatian serius juga diarahkan terhadap penggunaan kompor gas di rumah tangga. Banyak peristiwa kebakaran berawal dari kelalaian saat memasak maupun kebocoran instalasi gas akibat peralatan sudah tidak layak pakai.

Baca juga:  LSM-AMTI Warning Kejati Sulut, Turangan; Penyelesaian Kasus Jangan Berakhir Dibawah Meja

Dirinya mengimbau seluruh warga agar selalu memeriksa regulator, selang, tabung gas serta posisi kompor sebelum digunakan. Setelah selesai memasak, kompor wajib dimatikan secara sempurna. Apabila penghuni hendak bepergian, seluruh peralatan memasak perlu dipastikan benar-benar aman.

“Jangan meninggalkan rumah sebelum memastikan kompor telah padam, katup tabung gas tertutup rapat, serta tidak terdapat kebocoran. Kebiasaan sederhana mampu mencegah kerugian besar,” katanya.

Dinas Pemadam Kebakaran juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Kabel terkelupas, sambungan tidak memenuhi standar keselamatan, penggunaan stop kontak bertumpuk maupun peralatan elektronik rusak berpotensi memicu korsleting.

Ia menjelaskan, masyarakat sebaiknya menggunakan instalasi listrik sesuai standar teknis serta menghindari penggunaan kabel secara berlebihan pada satu sumber arus. Lampu maupun peralatan elektronik tidak digunakan sebaiknya dimatikan, terutama pada siang hari. Langkah tersebut bukan hanya menghemat konsumsi energi, melainkan turut mengurangi risiko gangguan kelistrikan.

Sebelum meninggalkan rumah, penghuni diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh ruangan. Kompor gas, peralatan elektronik, kipas angin, setrika, dispenser, televisi maupun perangkat lain perlu dipastikan berada dalam kondisi aman. Pemeriksaan sederhana selama beberapa menit dapat mencegah musibah besar.

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan anak-anak. Rasa ingin tahu pada usia dini sering mendorong anak memainkan korek api, pemantik gas maupun lilin tanpa memahami risiko kebakaran.
Seluruh orang tua diminta menyimpan korek api, pemantik, lilin, cairan mudah terbakar serta benda lain pemicu api pada lokasi aman. Pengawasan terhadap aktivitas anak di dalam rumah maupun lingkungan sekitar perlu terus ditingkatkan.

“Edukasi mengenai bahaya api perlu diberikan sejak usia dini. Anak harus memahami bahwa api bukan permainan, melainkan sumber bahaya apabila digunakan tanpa pengawasan orang dewasa,” jelas Jimmy.

Lebih lanjut, Jimmy mengajak seluruh ketua lingkungan, perangkat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan serta berbagai komunitas agar berperan aktif menyampaikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran. Menurutnya, penyebaran informasi secara luas akan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Baca juga:  Hillary Brigitta Lasut Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Langkah Maju untuk Kesetaraan Peluang Kerja

Budaya saling mengingatkan antartetangga dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan aman. Apabila terlihat pembakaran sampah, percikan api, bau gas, maupun instalasi listrik membahayakan, warga diharapkan segera memberikan peringatan sebelum muncul kebakaran.

Seraya menambahkan, kepadatan permukiman di sejumlah wilayah Kota Manado menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran. Api dapat berpindah dengan sangat cepat dari satu bangunan menuju bangunan lain apabila material mudah terbakar berada pada jarak berdekatan.

Kondisi jalan sempit di beberapa kawasan juga dapat memengaruhi kecepatan mobil pemadam mencapai lokasi kejadian. Oleh sebab itu, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif dibanding penanganan setelah kebakaran terjadi.

“Masyarakat memiliki peran sangat besar. Petugas pemadam kebakaran selalu siap memberikan pelayanan, namun upaya pencegahan tetap menjadi benteng utama menjaga keselamatan seluruh warga,” ungkapnya.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado terus meningkatkan kesiapsiagaan personel beserta peralatan operasional selama musim kemarau. Seluruh petugas berada dalam kondisi siaga menghadapi kemungkinan munculnya keadaan darurat kapan pun diperlukan.

Jimmy berharap setiap keluarga memiliki kesadaran menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Pemeriksaan kompor, instalasi listrik, pengawasan terhadap anak, larangan membakar sampah, serta kepedulian terhadap lingkungan merupakan langkah sederhana dengan manfaat sangat besar.

“Mari bersama-sama membangun budaya keselamatan. Kebakaran dapat dicegah apabila seluruh masyarakat memiliki kepedulian, kedisiplinan, serta tanggung jawab menjaga lingkungan masing-masing. Keselamatan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tutup Jimmy Charles Esau Rotinsulu.

Melalui imbauan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado berharap angka kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan secara signifikan.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen sosial menjadi fondasi penting dalam menciptakan Kota Manado yang aman, tangguh, dan memiliki budaya pencegahan kebakaran demi melindungi jiwa, harta benda, serta kelestarian lingkungan.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *