Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Maesaan, menggelar lokakarya mini (Lokmin) untuk triwulan ke-tiga tahun 2026.
Lokmin triwulan III tahun 2026 Puskesmas Maesaan digelar di ruang pertemuan Kantor Puskesmas Maesaan, pada Kamis 24 September 2026 yang dihadiri oleh pihak Dinas Kesehatan Minahasa Selatan, unsur Forkopimca Maesaan, para penjabat HukumTua dan perwakilan desa, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan lintas sektor kecamatan tersebut, dibuka oleh Camat Maesaan yang diwakili oleh kepala seksi Wanny Tewal.
Dimana dalam sambutannya mengatakan sangat menyambut kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka dan upaya terus meningkatkan pelayanan publik yang diberikan oleh Puskesmas Maesaan.
Maka dari itu peran lintas sektor terutama para HukumTua dalam mendukung program kegiatan puskesmas Maesaan sangatlah penting.
Kepala Puskesmas Maesaan, dr. Silvana Feronita Pakasi pada kegiatan tersebut memaparkan program-program Puskesmas Maesaan termasuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dilaksanakan diluar gedung (Kantor) maupun pelayanan kesehatan di luar gedung seperti kegiatan posyandu dan penyuluhan dilapangan.
Kegiatan lokakarya mini tribulanan puskesmas Maesaan, sebagaimana disampaikan kepala puskesmas Silvana Feronita Pakasi memiliki beberapa tujuan utama seperti evaluasi kinerja, identifikasi masalah, perencanaan kerja, dan penguatan koordinasi.
Pencegahan dan intervensi stunting, masih menjadi salah satu program prioritas Puskesmas Maesaan, oleh karena itu dengan berbagai inovasi pihak Puskesmas Maesaan terus melaksanakan tugas melakukan pencegahan dan intervensi stunting.
dr. Silvana Pakasi juga memaparkan kegiatan-kegiatan Puskesmas Maesaan yang harus mendapatkan dukungan dan support dari lintas sektor kecamatan termasuk jajaran pemerintah desa.
Dalam hal pelayanan publik, pihak Puskesmas Maesaan terus meningkatkan kinerja pelayanan yang berdasarkan pada standar operasional prosedur yang ditetapkan, dan selalu memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Program pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, selalu dilaksanakan oleh Puskesmas Maesaan melalui para pegawai yang langsung turun ke desa-desa dengan memberikan penyuluhan dan edukasi, maupun memberikan pelayanan di puskesmas.
Terkait pelayanan jaminan kesehatan nasional oleh BPJS, pihak pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk tahun 2026 ini belum menambah kuota peserta BPJS PBI-JK (Jamkesda).
Selanjutnya ia pun mendorong jajaran pemerintah desa terutama para HukumTua agar lebih responsif dalam hal permintaan data dari puskesmas maupun dinas kesehatan.
“Pada kesempatan ini pihak Puskesmas Maesaan meminta dan mengajak lintas sektor kecamatan untuk terus memberikan dukungan dan support dalam komitmen bersama guna peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Kapus Feronita Pakasi.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Minsel yang diwakili oleh Kabid Kesmas dr. Frangky Tumbuan menyampaikan beberapa hal terkait program-program pemerintah kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Kesehatan.
Yang dimana selaku perpanjang tanganan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Dinkes Minsel melalui Puskesmas Maesaan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, ia pun mengapresiasi kinerja Puskesmas Maesaan atas capaian pelayanan publik yang optimal dan menuntaskan berbagai capaian target dari Pemkab Minsel dibidang kesehatan.
Selanjutnya, ia memaparkan berbagai prestasi dan keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemkab Minsel dibidang kesehatan.
Kegiatan lokmin triwulan III tahun 2026 Puskesmas Maesaan diisi juga dengan ruang dialog dan tanya jawab antara peserta lokmin dengan para narasumber.
Lokakarya Mini Puskesmas (Lokmin) merupakan forum pertemuan rutin di tingkat Puskesmas untuk mengevaluasi kinerja, memecahkan masalah, dan menyusun rencana kerja bersama.
Ada beberapa tujuan utama kegiatan lokakarya mini puskesmas yakni:
Evaluasi Kinerja: Menilai pencapaian program kesehatan pada periode sebelumnya.
Identifikasi Masalah: Membahas hambatan dan kendala di lapangan.
Perencanaan Kerja: Menyusun rencana tindak lanjut (RTL) atau rencana kegiatan untuk periode berikutnya.
Penguatan Koordinasi: Meningkatkan kerja sama tim secara internal maupun dengan pihak luar.
Untuk kegiatan lokakarya mini tribulanan/triwulan (Lintas Sektor), dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan melibatkan pihak luar seperti kecamatan (Camat), kelurahan/desa (Kepala Desa), tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, dan instansi terkait lainnya.
Lokmin triwulan Puskesmas yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, fokus pada dukungan lintas sektor untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. (Hen)*
