“Pemilihan Hukum Tua Desa Tikela berlangsung demokratis, Romi Kirangen unggul jauh”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PILHUT, MINAHASA,TIKELA,- Pesta Demokrasi Tingkat Desa kembali berlangsung di Kabupaten Minahasa.
Warga Desa Tikela, Kecamatan Tombulu, pada Rabu (17/6/2026), secara resmi menentukan pilihan politik mereka dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) yang digelar sejak pagi hari.
Dari lima kandidat yang bertarung memperebutkan kepercayaan masyarakat, nama Romi Dolvi Kirangen tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara tertinggi dan meninggalkan para pesaingnya dengan selisih yang cukup signifikan.
Pemilihan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh semangat partisipasi masyarakat. Sejak matahari mulai meninggi, warga dari berbagai jaga di Desa Tikela berdatangan ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak konstitusional mereka. Kehadiran masyarakat mencerminkan tingginya kesadaran politik sekaligus kepedulian terhadap masa depan desa.
Proses demokrasi di tingkat desa memiliki arti yang sangat penting karena hasil pemilihan akan menentukan arah kebijakan pemerintahan desa selama beberapa tahun ke depan. Sosok yang terpilih bukan hanya bertanggung jawab menjalankan roda administrasi pemerintahan, melainkan juga menjadi figur sentral dalam merancang pembangunan, mengelola anggaran desa, memperkuat pelayanan publik, hingga menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kontestasi tersebut, lima kandidat tampil menawarkan visi, misi, serta program kerja yang berbeda. Masing-masing calon berupaya meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membawa Desa Tikela menuju kemajuan yang lebih baik.
Namun setelah seluruh suara dihitung, Romi Dolvi Kirangen yang maju dengan nomor urut 5 berhasil memperoleh dukungan terbanyak. Berdasarkan hasil penghitungan resmi, Romi mengumpulkan 139 suara dari total 314 suara yang masuk.
Perolehan tersebut menempatkan dirinya sebagai kandidat dengan dukungan terbesar dibandingkan empat calon lainnya. Calon nomor urut 1 berada pada posisi kedua dengan perolehan 104 suara. Sementara calon nomor urut 4 memperoleh 37 suara. Adapun calon nomor urut 2 mendapatkan 20 suara dan calon nomor urut 3 meraih 14 suara.
Hasil tersebut menunjukkan adanya kepercayaan yang cukup besar dari masyarakat terhadap kepemimpinan Romi Dolvi Kirangen. Selisih suara yang cukup jauh menjadi gambaran bahwa mayoritas pemilih menginginkan figur tersebut untuk memimpin desa pada periode mendatang.
Kemenangan telak yang diraih Romi tidak lahir dalam waktu singkat. Di balik hasil tersebut terdapat proses panjang berupa pendekatan kepada masyarakat, penyampaian gagasan pembangunan, serta upaya membangun komunikasi dengan berbagai kelompok warga. Faktor kedekatan dengan masyarakat, kemampuan memahami kebutuhan warga, serta kepercayaan yang telah terbangun selama ini diduga menjadi salah satu alasan kuat yang mendorong tingginya dukungan terhadap dirinya.
Bagi masyarakat Desa Tikela, pemilihan hukum tua bukan sekadar ajang memilih pemimpin. Momentum tersebut menjadi sarana bagi warga untuk menentukan arah pembangunan desa. Karena itu, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang tahapan pemilihan.
Sejumlah warga mengaku berharap pemerintahan yang baru mampu menghadirkan perubahan nyata. Aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat mencakup peningkatan kualitas infrastruktur desa, perbaikan pelayanan administrasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan kelompok rentan, hingga pengembangan potensi generasi muda.
Harapan tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pemimpin terpilih. Kemenangan dalam pemilihan hanyalah awal dari sebuah tanggung jawab besar. Setelah memperoleh mandat dari masyarakat, tugas berikutnya adalah menerjemahkan kepercayaan tersebut ke dalam program pembangunan yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.
Pengelolaan dana desa menjadi salah satu aspek yang akan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, dana desa telah menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan di berbagai wilayah pedesaan. Oleh karena itu, masyarakat berharap pengelolaan anggaran dapat dilakukan secara transparan, efektif, dan akuntabel.
Selain pembangunan fisik, masyarakat juga menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program pemberdayaan masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian serius agar warga memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.
Desa Tikela sendiri memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Letak geografis yang strategis serta keberadaan sumber daya manusia yang produktif menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Potensi sektor pertanian, usaha mikro, kegiatan ekonomi kreatif, serta pengembangan wisata berbasis masyarakat dapat menjadi peluang yang menjanjikan apabila dikelola secara baik.
Ke depan, masyarakat berharap kepemimpinan baru mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dunia usaha, serta lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemilihan Hukum Tua Desa Tikela juga memberikan pelajaran penting mengenai kedewasaan demokrasi masyarakat. Meskipun terjadi persaingan antarcalon, proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung dalam suasana yang kondusif. Tidak terlihat adanya gangguan yang berarti selama pelaksanaan tahapan pemilihan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tikela mampu menjaga stabilitas sosial serta menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan pilihan politik. Sikap dewasa dalam berdemokrasi menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan desa pada masa mendatang.
Setelah hasil pemilihan ditetapkan, perhatian masyarakat kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh Hukum Tua terpilih. Berbagai kalangan berharap seluruh elemen masyarakat dapat kembali bersatu, mengakhiri dinamika kompetisi politik, dan bersama-sama mendukung program pembangunan desa.
Persatuan masyarakat dinilai menjadi faktor utama yang akan menentukan keberhasilan pemerintahan desa. Tanpa dukungan seluruh elemen, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan secara maksimal. Karena itu, semangat kebersamaan perlu terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun Desa Tikela yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Kemenangan Romi Dolvi Kirangen dengan raihan 139 suara akan tercatat sebagai bagian penting dalam perjalanan demokrasi Desa Tikela. Namun lebih dari sekadar angka kemenangan, hasil pemilihan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kerja nyata, pelayanan yang berkualitas, serta komitmen membangun desa demi kepentingan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
