CEP Monitoring Kelistrikan Suluttenggo, Dorong PLN Perluas Akses Listrik hingga Wilayah 3T

“CEP pantau pemerataan listrik, dorong PLN perkuat pelayanan hingga pelosok”.

foto saat kegiatan berlangsung.
foto saat kegiatan berlangsung.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, NASIONAL,- Anggota DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan kemitraan antara Komisi VI DPR RI dengan badan usaha milik negara.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu strategis terkait pelayanan kelistrikan, pemerataan distribusi energi, serta penguatan infrastruktur listrik di kawasan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo menjadi topik utama pembahasan.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi pengawasan terhadap sejumlah BUMN, CEP menegaskan pentingnya memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses listrik yang memadai tanpa memandang lokasi geografis.

Menurutnya, kehadiran energi listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kehidupan masyarakat modern.

Dalam dialog bersama jajaran PLN UID Suluttenggo, CEP melakukan monitoring terhadap kondisi pasokan listrik serta perkembangan program pemerataan pelayanan kelistrikan di berbagai wilayah. Perhatian khusus diberikan kepada daerah terpencil, kawasan kepulauan, serta wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan infrastruktur.

CEP menilai keberadaan jaringan listrik memiliki peran vital dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akses listrik yang memadai tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan rumah tangga, tetapi juga berhubungan langsung dengan sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, pengembangan usaha mikro, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga:  Peduli Nyata, RSB Dan Gayatri Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Bencana Banjir Bandang

“Ketersediaan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan, pendidikan, dan kemajuan ekonomi masyarakat,” ujar CEP.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan sektor ketenagalistrikan memiliki dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Di era transformasi digital, listrik menjadi fondasi utama bagi aktivitas belajar, pelayanan publik, operasional dunia usaha, serta pengembangan investasi di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, CEP juga menekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR RI, dan PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan. Menurutnya, pemerataan akses energi menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo memiliki karakteristik geografis yang beragam. Sejumlah daerah terdiri atas kawasan kepulauan, pegunungan, serta permukiman yang tersebar sehingga membutuhkan strategi khusus dalam pembangunan jaringan distribusi listrik.

Kondisi tersebut menjadikan peran PLN sangat penting dalam memastikan pelayanan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selain membahas pemerataan distribusi listrik, pertemuan tersebut juga menjadi sarana untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pelayanan kelistrikan di lapangan.

Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam pelaksanaan fungsi legislasi serta pengawasan di tingkat nasional.

CEP menyampaikan bahwa masyarakat berhak mendapatkan layanan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan. Karena itu, peningkatan kapasitas jaringan, pemeliharaan infrastruktur, serta percepatan pembangunan fasilitas kelistrikan di wilayah yang belum terjangkau perlu terus dilakukan secara konsisten.

Baca juga:  Dugaan Keterlibatan Oknum Wakil Rakyat RS dalam PETI, Publik Tuntut Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan DPR RI terhadap sektor ketenagalistrikan. Menurutnya, kolaborasi antara PLN dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kemitraan. Berbagai masukan serta aspirasi terkait kebutuhan masyarakat di daerah menjadi bagian dari diskusi yang bertujuan memperkuat pelayanan publik di sektor energi.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan komitmen DPR RI dalam mengawal kinerja BUMN agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Bagi CEP, keberhasilan pembangunan sektor kelistrikan tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah terpencil dan kawasan 3T.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan serta dukungan berbagai pihak, diharapkan pemerataan layanan kelistrikan di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo dapat terus meningkat.

Kehadiran listrik yang andal akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan daya saing daerah, serta percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif di kawasan timur Indonesia.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *