Pelatihan Da’i 2026 Resmi Dibuka, Fosda Manado Siapkan Generasi Pendakwah Profesional

“Cetak Da’i berkualitas, Fosda Manado fokus tingkatkan kompetensi dakwah era modern”.

foto Saat kegiatan berlangsung.
foto Saat kegiatan berlangsung.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, RELEGIUS, MANADO,- Komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendakwah terus diperkuat oleh Forum Silaturahmi Da’i (Fosda) Manado melalui penyelenggaraan Pelatihan Da’i Angkatan I Tahun 2026.

Kegiatan menjadi salah satu program strategis organisasi tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 21 hingga 22 Juni 2026, bertempat di Hotel Aston Manado.

Pelatihan perdana yang digelar Fosda Manado sepanjang tahun 2026 mengusung tema “Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Da’i”, sebuah tema yang mencerminkan kebutuhan akan hadirnya para pendakwah yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial, budaya, dan teknologi yang terus bergerak dinamis.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan komunitas dakwah di Kota Manado serta sejumlah wilayah di Sulawesi Utara. Seluruh peserta merupakan kalangan da’i muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat, menyejukkan, dan berorientasi pada penguatan persatuan umat.

Ketua Fosda Manado, DR.Hi. Abdul Latif Samal, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam membangun kapasitas para pendakwah agar mampu menjalankan peran secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurutnya, tantangan dakwah pada masa kini semakin kompleks sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi memadai, wawasan luas, serta kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk melahirkan da’i yang profesional, berakhlak mulia, memiliki integritas yang kuat, serta mampu menjadi sumber pencerahan di tengah kehidupan masyarakat. Dakwah tidak cukup hanya disampaikan dengan pengetahuan agama yang baik, tetapi juga harus dilakukan secara arif, santun, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Abdul Latif Samal.

Baca juga:  Benturan Keras Motor dan Pick Up di Bitung Renggut Nyawa YT, Polisi Selidiki Penyebab

Ia menjelaskan bahwa seorang da’i pada era modern dituntut mampu memahami perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Kehadiran media digital, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika kehidupan generasi muda memerlukan pendekatan dakwah yang lebih kreatif dan komunikatif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat.

Lebih lanjut, Abdul Latif Samal menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini secara khusus diperuntukkan bagi para da’i muda sebagai langkah awal dalam kaderisasi pendakwah masa depan.

“Peserta yang mengikuti kegiatan kali ini berasal dari kalangan da’i muda. Insya Allah pada pelaksanaan berikutnya kami akan memperluas keterlibatan peserta dengan mengikutsertakan para da’iyah agar proses penguatan kapasitas dakwah dapat berjalan lebih komprehensif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Selain pelaksanaan pelatihan, Fosda Manado juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa rapat kerja organisasi. Forum tersebut nantinya akan membahas berbagai program prioritas sekaligus merumuskan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dakwah Islam di Sulawesi Utara.

Menurut Latif, rekomendasi yang dihasilkan melalui rapat kerja akan menjadi landasan dalam menyusun langkah-langkah strategis organisasi pada masa mendatang, termasuk penguatan jaringan dakwah, peningkatan kualitas sumber daya pendakwah, serta pengembangan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Da’i Angkatan I Tahun 2026, Hi. Hamka Nendey, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Fosda Manado yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kualitas para pendakwah.

Dirinya mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Antusiasme peserta menunjukkan adanya kesadaran yang semakin tinggi mengenai pentingnya peningkatan kapasitas diri dalam menjalankan tugas dakwah.

“Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang beragam. Mereka memiliki semangat yang sama untuk memperdalam pengetahuan, memperkuat kompetensi, serta meningkatkan kualitas dakwah yang disampaikan kepada masyarakat,” tutur Hamka Nendey.

Baca juga:  LSM-AMTI Desak APH Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Bawaslu Boltim Berbanderol Rp. 6 M

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpendakwah. Melalui interaksi tersebut, para peserta dapat membangun jaringan yang lebih luas sehingga tercipta kolaborasi dakwah yang produktif dan berkelanjutan.

Hamka berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Materi yang diberikan diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dalam menyampaikan pesan-pesan Islam secara santun dan konstruktif.

Ia menambahkan bahwa dakwah pada hakikatnya bukan sekadar menyampaikan ceramah keagamaan, melainkan juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, para da’i dituntut memiliki kepekaan sosial, kemampuan membangun dialog, serta kecakapan dalam merangkul berbagai elemen masyarakat.

Pelatihan Da’i Angkatan I Tahun 2026 diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya generasi pendakwah yang berkualitas, berwawasan luas, serta memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Kehadiran para da’i yang kompeten diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan syiar Islam, peningkatan kualitas kehidupan umat, serta terciptanya harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.

Melalui program tersebut, Fosda Manado menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun ekosistem dakwah yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak kader-kader pendakwah yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat ukhuwah, dan menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Da’i Angkatan I Tahun 2026, harapan besar tertuju pada lahirnya generasi pendakwah muda yang tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, serta menjadi perekat persatuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *